PTBA: Bukit Asam, penutupan dan nilai satu lot
Bukit Asam · IDX
- Penutupan harian
- Hari dengan harga tertinggi 52 minggu (7 Okt 2026, Rp 3.490)
- Hari harga terendah 52 minggu (29 Jan 2026, Rp 2.220)
- Harga tutup terakhir (5 Nov 2026, Rp 2.950)
Ringkasan
Penutupan terakhir yang tersimpan untuk PTBA (Bukit Asam) adalah Rp 2.950 pada 5 Nov 2026, turun Rp 70 (−2,32%) dari sesi sebelumnya. Dengan harga itu satu lot, yakni 100 lembar, bernilai Rp 295.000, di luar biaya. Penutupan itu terletak kira-kira di tengah rentang 52 minggu yang membentang dari Rp 2.220 hingga Rp 3.490.
Penutupan 5 November 2026 dan perbandingannya dengan sesi sebelumnya
Sesi sebelumnya (4 November 2026) ditutup pada Rp 3.020. Dari situ harga turun Rp 70 per lembar (−2,32%); untuk satu lot selisih itu Rp 7.000, karena satu lot berisi 100 lembar.
Di papan enam perusahaan situs ini, nilai satu lot PTBA berada di urutan ke-2 dari yang termurah, perubahan hariannya di urutan ke-6 dari yang terbesar, dan letaknya dalam rentang 52 minggu di urutan ke-6 dari yang terbawah. Urutan ini hanya membandingkan enam perusahaan itu satu sama lain.
Angka PTBA dalam satu tabel
| Angka | Nilai | Cara menghitungnya |
|---|---|---|
| Penutupan terakhir | Rp 2.950 | harga penutupan sesi 5 Nov 2026 |
| Penutupan sebelumnya | Rp 3.020 | penutupan sesi 4 Nov 2026 |
| Perubahan harian | −2,32% | penutupan terakhir dibagi penutupan sebelumnya |
| Nilai satu lot | Rp 295.000 | penutupan dikali 100 lembar |
| Terendah 52 minggu | Rp 2.220 | dasar harga dalam 239 sesi sejak 6 Nov 2025, tercatat pada 29 Jan 2026 |
| Tertinggi 52 minggu | Rp 3.490 | harga tertinggi di antara 239 sesi sejak 6 Nov 2025, tercatat 7 Okt 2026 |
| Posisi dalam rentang | 57,5% | (penutupan dikurangi terendah) dibagi (tertinggi dikurangi terendah) |
| Sesi naik, turun, tetap | 108, 100, 31 | tiap penutupan dibandingkan dengan sesi sebelumnya, 239 sesi |
| Kenaikan harian terbesar | +8,59% | harga tutup 25 Mar 2026 terhadap sesi sebelumnya |
| Penurunan harian terbesar | −12,77% | harga tutup 16 Okt 2026 terhadap sesi sebelumnya |
Dibaca: 07.11.2026 03:14
Posisi penutupan di dalam rentang 52 minggu
Dalam 239 sesi sejak 6 Nov 2025, harga terendah PTBA adalah Rp 2.220, tercatat pada 29 Jan 2026, dan harga tertinggi Rp 3.490, tercatat pada 7 Okt 2026. Selisihnya Rp 1.270 per lembar; puncak tersebut berada 57,21% di atas dasar.
Dasar muncul lebih awal, 251 hari kalender sebelum puncak, dan dari dasar ke puncak harga menanjak 57,21%.
Penutupan terakhir di Rp 2.950, yaitu 32,88% di atas dasar dan 15,47% di bawah puncak. Dalam skala nol (dasar) sampai seratus (puncak), letaknya 57,5; itu lebih dekat ke puncak daripada ke dasar rentang. Hanya gambaran posisi sekarang terhadap setahun terakhir.
Rata-rata dari 239 penutupan dalam jendela itu Rp 2.669 dan nilai tengahnya Rp 2.590; penutupan terakhir Rp 2.950 berada di atas rata-rata sebesar 10,54%. Sebanyak 52 dari 239 sesi ditutup lebih tinggi daripada penutupan terakhir tersebut.
Setahun, sesi demi sesi
Di antara 239 sesi pada jendela tersebut, 108 ditutup di atas sesi sebelumnya, 100 di bawahnya, dan 31 sama. Dengan begitu 45,2 persen dari seluruh sesi adalah sesi naik.
Kenaikan sehari terbesar tercatat pada 25 Maret 2026 (+8,59%), sementara penurunan terbesar pada 16 Oktober 2026 (−12,77%). Terdapat 14 sesi yang penutupannya berubah 5 persen atau lebih ke arah mana pun, dan 32 sesi yang berubah 3 persen atau lebih.
Di antara enam perusahaan situs ini, kenaikan harian terbesar PTBA berada di urutan ke-3 dari yang terbesar, dan penurunan harian terbesarnya di urutan ke-3 dari yang terdalam. Bursa yang menetapkan dan mengumumkan batas perubahan harga harian; angka di atas hanya menunjukkan apa yang pernah terjadi, bukan batas tersebut.
Penutupan lima sesi terakhir: 30 Okt 2026 Rp 3.240 (+5,88%); 2 Nov 2026 Rp 3.110 (−4,01%); 3 Nov 2026 Rp 3.000 (−3,54%); 4 Nov 2026 Rp 3.020 (+0,67%); 5 Nov 2026 Rp 2.950 (−2,32%).
Dari akhir bulan ke akhir bulan
Penutupan akhir bulan PTBA berjalan dari Rp 2.310 (30 Des 2025) ke Rp 2.950 (5 Nov 2026, sesi terakhir yang tersimpan; bulan itu belum penuh). Akhir bulan tertinggi dalam tabel adalah Oktober 2026 dengan Rp 3.240, yang terendah Juni 2026 dengan Rp 2.290.
Penutupan akhir bulan PTBA
| Akhir bulan | Penutupan terakhir bulan itu | Perubahan dari bulan sebelumnya |
|---|---|---|
| Desember 2025 | Rp 2.310 | — |
| Januari 2026 | Rp 2.480 | +7,36% |
| Februari 2026 | Rp 2.600 | +4,84% |
| Maret 2026 | Rp 3.180 | +22,31% |
| April 2026 | Rp 2.870 | −9,75% |
| Mei 2026 | Rp 2.780 | −3,14% |
| Juni 2026 | Rp 2.290 | −17,63% |
| Juli 2026 | Rp 2.320 | +1,31% |
| Agustus 2026 | Rp 2.560 | +10,34% |
| September 2026 | Rp 3.120 | +21,88% |
| Oktober 2026 | Rp 3.240 | +3,85% |
| 5 Nov 2026 (sesi penutup yang tersimpan) | Rp 2.950 | −8,95% |
Dibaca: 07.11.2026 03:14
Bulan terbaik dan terburuk dalam tabel
Dari 11 perubahan antarbulan di tabel, yang terbesar naik adalah Maret 2026 (+22,31%) dan yang terbesar turun adalah Juni 2026 (−17,63%). Sebanyak 7 dari 11 bulan berakhir lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya. Hanya grafik harian yang memperlihatkan peristiwa di antara dua akhir bulan.
Perubahan harga selama satu, tiga, dan lima tahun
Penutupan terakhir dibandingkan dengan penutupan pada tanggal yang sama beberapa tahun lalu (atau sesi pertama sesudahnya): dibandingkan dengan penutupan 5 Nov 2025 (Rp 2.380), penutupan terakhir berubah +23,95% dalam satu tahun; dibandingkan dengan penutupan 6 Nov 2023 (Rp 2.400), penutupan terakhir berubah +22,92% dalam tiga tahun; dibandingkan dengan penutupan 5 Nov 2021 (Rp 2.650), penutupan terakhir berubah +11,32% dalam lima tahun. Perhitungan hanya mencakup perubahan harga penutupan dan bukan hasil investasi.
Perubahan PTBA pada tiga jarak
| Periode | Penutupan acuan | Penutupan terakhir | Perubahan harga |
|---|---|---|---|
| 1 tahun (5 Nov 2025) | Rp 2.380 | Rp 2.950 | +23,95% |
| 3 tahun (6 Nov 2023) | Rp 2.400 | Rp 2.950 | +22,92% |
| 5 tahun (5 Nov 2021) | Rp 2.650 | Rp 2.950 | +11,32% |
Dibaca: 07.11.2026 03:14
Berapa lot PTBA untuk anggaran Anda
Satu lot bernilai Rp 295.000, jadi anggaran Rp 1.000.000 cukup untuk 3 lot senilai Rp 885.000 dengan sisa Rp 115.000. Dari enam anggaran di tabel, yang terkecil dan sudah cukup untuk satu lot PTBA adalah Rp 1.000.000. Angka dalam tabel belum mencakup biaya sekuritas dan pajak.
Lot PTBA menurut anggaran
| Anggaran | Lot yang terbeli | Nilai lot yang terbeli | Sisa anggaran |
|---|---|---|---|
| Rp 1.000.000 | 3 | Rp 885.000 | Rp 115.000 |
| Rp 2.500.000 | 8 | Rp 2.360.000 | Rp 140.000 |
| Rp 5.000.000 | 16 | Rp 4.720.000 | Rp 280.000 |
| Rp 10.000.000 | 33 | Rp 9.735.000 | Rp 265.000 |
| Rp 25.000.000 | 84 | Rp 24.780.000 | Rp 220.000 |
| Rp 100.000.000 | 338 | Rp 99.710.000 | Rp 290.000 |
Anggaran dibagi nilai satu lot, dibulatkan ke bawah; biaya transaksi dan pajak belum dihitung.
Dibaca: 07.11.2026 03:14
Contoh order beli PTBA
Misalkan Anda memasang order beli 3 lot PTBA dengan harga batas Rp 2.950: jumlahnya 300 lembar dan nilai pembeliannya Rp 885.000 sebelum biaya. Harga order wajib berupa kelipatan fraksi harga yang ditetapkan bursa. Fraksi untuk level harga ini tercantum di ketentuan bursa dan di layar order aplikasi; situs ini tidak mencetaknya karena tidak ada sumber yang bisa dibaca.
Order terisi sesuai antrean di bursa, sebagian ataupun seluruhnya; angka di halaman ini merupakan penutupan 5 November 2026 dan bukan harga pada hari Anda memesan. Tidak ada dividen, laba, atau penilaian Bukit Asam di sini, karena tidak ada di data yang dibaca; laporan perusahaan di idx.co.id adalah tempat mencarinya.
Baca selanjutnya
Pertanyaan tentang dividen
Berapa uang yang dibutuhkan untuk satu lot PTBA?
Pada penutupan Rp 2.950 tanggal 5 Nov 2026, nilai satu lot (100 lembar) adalah Rp 295.000. Komisi, pungutan, dan pajak belum termasuk dan ditambahkan menurut tarif perusahaan sekuritas Anda. Harga pada hari order tidak akan sama dengan penutupan ini.
Di mana penutupan terakhir PTBA dalam rentang 52 minggu?
Rentangnya Rp 2.220 (dasar, 29 Jan 2026) sampai Rp 3.490 (puncak, 7 Okt 2026). Pada skala dasar ke puncak, penutupan Rp 2.950 berada di angka 57,5 dari 100. Posisi ini berubah tiap sesi dan tidak memprediksi arah harga.
Berapa lot PTBA yang terbeli dengan Rp 10.000.000?
33 lot senilai Rp 9.735.000 dan sisa Rp 265.000, dengan asumsi harga sama dengan penutupan terakhir dan biaya diabaikan.
Apakah harga PTBA di halaman ini bisa dipakai untuk order besok?
Pada papan situs ini (ADRO, PTBA, INCO, UNTR, INDF, ICBP): tidak sebagai harga pasti. Penutupan 5 November 2026 adalah angka yang dipakai di halaman ini. Antrean di bursa saat itu menentukan harga ketika order dikirim; pakai angka di sini sekadar untuk memperkirakan anggaran, kemudian cek harga di aplikasi sekuritas sebelum mengirim.
Dari mana angka PTBA di halaman ini berasal?
Pada papan situs ini (ADRO, PTBA, INCO, UNTR, INDF, ICBP): bar harian dibaca dari Yahoo Finance pada 6 November 2026 dan disimpan; setiap angka dihitung ulang dari bar itu dan penutupan sebelumnya serta rentang 52 minggu dicocokkan dengan bacaan kedua dari TradingView pada 6 November 2026. Caranya ada di halaman metodologi.
Sebelum memutuskan, pahami akun yang Anda pakai
Situs ini tidak membuka akun dan tidak menerima uang. Jika Anda mencari akun untuk berlatih, periksa syarat kontraknya: akun CFD pada saham global adalah kontrak harga, bukan kepemilikan saham, dan dividen yang Anda terima hanyalah penyesuaian tunai.